Marchingband Sebagai Pendidikan Karakter Anak Bangsa

Pendidikan karakter yang akhir-akhir ini digaungkan oleh pemerintahan Indonesia perlu didukung oleh semua elemen masyarakat. Karena pendidikan karakter inilah yang akan membawa Indonesia pada bangsa yang berkarakter kuat. Indonesia yang mempunyai nilai berbeda sebagai identitas bangsa yang baik dan mulia. Maka dari itu membangun karakter perlu dilakukan sejak dini.

Saat ini pendidikan anak selalu terfokus pada kurikulum yang menitikberatkan pada kemampuan teknikal dan bidang – bidang tertentu saja. Padahal Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, kaya akan seni, budaya dan masyhur kearifan lokalnya. Sehingga perlu adanya hal yang menjembatani antara pendidikan karakter dengan kekayaan seni budaya yang dimiliki. Sehingga diharapkan memunculkan inovasi baru gabungan dari pembangunan karakter dan melestarikan seni budaya Indonesia. Melestarikan seni budaya sebagai kegiatan membangun karakter anak bangsa.

Terlebih ketika banyak permasalahan kriminal yang semakin marak terjadi, maka pendidikankarakter ini harus mendapat perhatian khusus. Fenomena kenakalan remaja yang semakin merajalela, seperti kekerasan,  tawuran antar pelajar, klitih, narkoba, pergaulan bebas, miras narkoba bahkan sampai pada kasus pembunuhan yang dilakukan oleh oleh orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak.

Untuk mengatasai sederet permasalahan anak bangsa tersebut maka perlu tindakan nyata langkah konkrit dari setiap bidang yang ada dimasyarkat. Pada pendidikan anak maka pembangunan karakter dapat dilakukan melalui sekolah dimana ia belajar. Maka dari itu terdapat sekolah-sekolah tertentu yang mengadakan ekstra marchingband sebagai kegiatan untuk pendidikan karakter bagi anak.

Dalam kegiatan marchingband dapat memadukan antara nilai-nilai karakter mulia dengan nilai seni budaya yang Indonesia miliki. Yaitu dengan memainkan seni bermusik Indonesia. Pendidikan karakter yang dapat dibangun melalui Marchingband yaitu:

  1. Nilai kedisiplinan

Dalam hal ini, marchingband mengajarkan untuk senantiasa disiplin dan continue. Dimana para pemain harus bermain sesuai dengan panduan pemimpin marchingband, mendisiplinkan diri agar senantiasa pada barisan yang rapi dan benar.

  1. Nilai sosial

Yaitu sebagai personil marchingband ia harus mampu mengendalikan emosi , kerjasama tim, saling menghargai, dan belajar bagaimana memanajemen suatu kesatuan organisasi.

  1. Nilai Seni

Yakni pemain marchingband harus bisa memainkan musik, kreatifitas seni gerak dan tarian, koreografi dan apresiasi pada musik.

Kegiatan marching band ini juga berfungsi sebagai penyaluran energi  agretivitas dan emosi anak secara positif, agar energi tersebut dipakai untuk mempelajari disiplin bermain musik dalam Marching Band.  Jadi marchingband merupakan sebuah kegiatan multi disiplin yang berbasis musik dan gerak, yang dapat membantu membentuk karakter positif anak bangsa. Pengenalan musik, pengalaman berorganisasi, kreatifitas gerak dan tari, sarana rekreasi dan sosialisasi. Sehingga marchingband dijadikan sebagai wadah bagi anak bangsa untuk mengekspresikan energy yang ia miliki secara positif. Selain itu marchingband diharapkan bisa menjadi wadah penyalur bakat, minat dan kreatifitas anak bangsa. Dengan demikian kegiatan marchingband diharapkan mampu menjadi sarana pembangunan karakter anak bangsa. Dan membantu program pemerintah yaitu revolusi mental Jokowi-Jk.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.